-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Terbuka untuk Investasi, Tapi Tidak Boleh Mengorbankan Kedaulatan

Senin, Mei 18, 2026 | 08:57 WIB | 2026-05-18T01:57:00Z

 

Gambar Ilustrasi by Fakta Khatulistiwa

OPINI, Fakta Khatulistiwa – Mengundang modal asing bukan sekadar soal membuka pintu selebar mungkin. Yang penting adalah bagaimana kita mengundangnya: hangat di luar, tegas di dalam.


“Masuklah untuk berinvestasi, tapi pastikan setiap langkahnya menguatkan Indonesia. Aturannya jelas, dijalankan konsisten, dan tidak bisa ditawar.”


Kuncinya ada pada tiga hal: hilirisasi industri, kelancaran rantai produksi, dan perlindungan pasar dalam negeri. Ketika ketiganya berjalan, nilai tukar rupiah menguat secara alami karena devisa datang dari produk olahan kita sendiri, bukan dari penjualan bahan mentah yang nilainya rendah.


Selama ini peran Indonesia lebih banyak sebagai penyalur bahan baku. Saatnya posisi itu diubah. Kita harus menjadi tuan rumah yang mengelola kekayaan sendiri, dari hulu hingga hilir. Hasilnya jelas: lapangan kerja terbuka untuk rakyat, keuntungan wajar bagi pengusaha, dan kedaulatan ekonomi yang nyata, bukan hanya slogan.


Arah kebijakan ini sudah sejalan dengan pemerintah saat ini. Syaratnya, implementasi harus dijalankan bersih, konsisten, dan tanpa celah kebocoran. 


Kalau itu terpenuhi, kerja sama dengan investor akan menjadi hubungan yang adil dan bermartabat.


Keterbukaan yang berdaulat bukan berarti menutup diri. Ia berarti membuka pintu lebar, tapi tetap ada rambu yang dijaga: 


“Selamat datang untuk berinvestasi, asal ikuti aturan yang berlaku di sini.”


Poin utamanya bisa diringkas menjadi:

1. Hilirisasi tidak bisa ditawar – bahan mentah harus diolah di dalam negeri dulu sebelum diekspor.

2. Tingkatkan TKDN dan alih teknologi – semakin besar peran tenaga dan keahlian lokal, semakin besar dukungan yang diberikan.

3. Lindungi sektor vital – kerja sama dengan mitra nasional wajib ada di sektor strategis.

4. Simpan devisa - hasil ekspor di perbankan nasional untuk memperkuat stabilitas.

5. Sederhanakan birokrasi, tapi jaga ketegasan aturan -  agar tidak mudah dilanggar.


Kita tidak ingin selamanya jadi pemasok bahan murah. Targetnya adalah menjadi pusat industri yang modern dan berdaya saing. Investor boleh untung besar, tapi Indonesia harus lebih berdaulat dan rakyatnya ikut merasakan manfaatnya.


Terbuka, ramah, tapi tetap tegas. Itulah wajah keterbukaan ekonomi yang sesungguhnya. (Yudh)

×
Berita Terbaru Update